Inilah Aturan dan Rute Pendakian ke Gunung Semeru


Inilah Aturan dan Rute Pendakian ke Gunung SemeruKepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, menyatakan banyak insiden kecelakaan yang dialami pengunjung di dalam kawasan TNBTS, terutama saat mendaki dan saat menuruni Gunung Semeru, akibat kelalaian korban.


Legenda Gunung Semeru


Mt. Semeru
Mt. Semeru
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno abad 15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Kawasan Taman Nasional


Mt. Semeru
Mt. Semeru
Gunung Semeru ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Iklim Wilayah Gunung Semeru


Mt. Semeru
Mt. Semeru
Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm – 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan Nopember – April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 – 4 derajat celcius.
Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, Akasia, Pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, Alang – alang, Tembelekan, Harendong dan Edelwiss putin, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endernik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain :Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Gas Beracun


Gas Beracun Semeru
Gas Beracun Semeru
Gas Beracun Semeru
Gas Beracun Semeru
www.richard-seaman.com
Gas Beracun Semeru
Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel(Bahasa Jawa yang berarti “kambing gimbal”, yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai.

Perjalanan Menuju Gunung Semeru


Mt. Semeru
Gunung Semeru
Kali Mati
Kali Mati
Cemoro Kandang
Cemoro Kandang
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak Gunung Semeru pulang- pergi. Sebaiknya membawa bekal untuk satu minggu karena kita akan betah berkemah, bisa jadi karena pemandangan dan suasana yang sangat indah, atau karena kecapaian setelah mendaki gunung semeru.

Rute Menuju Semeru


Rute dari Malang ke Gunung Semeru
No
Rute
Jarak
kendaraan
jalan
1Malang – Tumpang18 km45 mnt
2Tumpang – Gubugklakah (Pos Pendaftaran)12 km45 mnt
3gubugklakah – Ranu Pani (Base Camp)17 km90 mnt4 jam
4Ranu Pani – Watu Rejeng7 km1,5 jam
5Watu Rejeng – Ranu kumbolo6 km1,5 jam
6Ranu Kumbolo – Oro oro Ombo1 jam
7Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang1 Jam
8Cemoro Kandang – Kalimati1 Jam
9Kalimati – Arcopodo1 km1 jam
10Arcopolo – Puncak Semeru1,32 km3 jam
Rute dari Lumajang ke Gunung Semeru
No
Rute
Jarak
kendaraan
Jalan
1Lumajang – Senduro25 km1 jam
2Senduro – Burno14 km50 mnt
3Burno – Ranu pani (2.200 M)29 km3 jam
4Ranu Pani – Watu Rejeng7 km1,5 jam
5Watu Rejeng – Ranu Kumbolo (2.400 M)6 km1,5 jam
6Ranu Kumbolo – Kalimati (2.700 M)11,5 km3 jam
7Kalimati – Arcopodo (2.900 M)1 km1 jam
8Arcopodo – Puncak Semeru (3.676 M)1,32 km3 jam